Selasa, 08 Mei 2012

FAKTOR PENYEBAB KEGEMUKAN

Mengapa seseorang bisa gemuk? Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang menyebabkan seseorang menjadi gemuk diantaranya sebagai berikut.
Faktor makan yang melebihi kebutuhan tubuh
Pertama bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang berlebih, lalu bisa juga disebabkan cara memilih makanan yang salah. Bisa juga sebab menggoreng dan memasak dengan santan. Lalu, kebiasaan ngemil, melupakan makan pagi, frekwensi makan yang tidak teratur dan selalu menghindari nasi.
Kurang menggunakan energi.
Pekerjaan yang dilakukan sehari-hari dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Gaya hidup yang kurang menggunakan aktifitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Aktifitas fisik tersebut diperlukan untuk membakar kalori dalam tubuh. Bila pemasukan kalori berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktifitas fisik maka seseorang akan menjadi gemuk.
Faktor keturunan.
Faktor keturunan dapat mempengaruhi terjadinya kegemukan. Pengaruhnya sendiri sebenarnya belum jelas, tetapi memang ada bukti yang mendukung fakta bahwa keturunan merupakan faktor penguat terjadinya kegemukan. Dari hasil penelitian gizi di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa anak-anak dari orang tua normal mempunyai 10% peluang menjadi gemuk. Peluang itu akan bertambah menjadi 40-50% bila salah satu orang tua menderita obesitas, dan akan meningkat menjadi 70-80% bila kedua orang tua menderita obesitas. Oleh karena itu, bayi yang lahir dari orang tua yang obesitas akan mempunyai kecenderungan menjadi gemuk. Gemuk di saat bayi atau anak-anak mempunyai kemungkinan sulit menjadi kurus pada waktu dewasa, disebabkan pada anak-anak sudah membentuk sel yang jumlah nya lebih dari normal.
Faktor hormonal
Pada perempuan yang sedang mengalami menopause dapat terjadi penurunan fungsi hormon thyroid. Kemampuan untuk menggunakan energi akan berkurang dengan menurunnya fungsi hormon ini. Hal tersebut terlihat dengan menurunnya metabolisme tubuh sehingga menyebabkan kegemukan.
Faktor kecepatan metabolisme basal yang rendah
Hal ini disebabkan energi yang dikonsumsi lebih lambat untuk dipecah menjadi glikogen sehingga akan lebih banyak lemak yang disimpan di dalam tubuh. Penderita obesitas yang mempunyai metabolisme basal yang rendah, apabila tidak melakukan olah raga dan diet yang benar mempunyai kecenderungan bertambah gemuk, karena semakin membesarnya otot akan menyebabkannya mudah lapar.
Resiko-Resiko yang Mengintai Orang Gemuk
Penyakit-penyakit yang sering menyertai kegemukan antara lain yaitu penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus, kanker, penyakit batu empedu, stroke, osteoarthritis dan gout.

Minggu, 06 Mei 2012

TIPS MELUPAKAN MANTAN PACAR

Melupakan mantan pacar memang tidak pernah menjadi sesuatu hal yang mudah, karena bagaimana bisa kita menjadi sangat sakti dengan mensugestikan diri kita sendiri untuk tiba-tiba melupakan orang yang pernah terlibat secara emosional dengan kita, meski orang itu pada akhirnya melukai kita atau membuat kita terluka, tetap saja bayangan indah akan kenangan dengannya akan selalu ada walau hanya sekelebat muncul dan menghilang di pikiran anda.
Lantas bagaimana cara agar kita bisa melupakan mantan pacar? apa dengan cara “kalau melihat api anda tidur” dan setelah itu anda lupa siapa mantan pacar anda, atau bahkan anda lupa siapa diri anda, karena saat anda tertidur kepala anda dihantamkan berkali-kali ke tembok dan karena itulah anda mengalami amnesia, ahaha. Bukan, bukan dengan cara ekstrim seperti itu anda bisa melupakan mantan pacar anda, tapi dengan 5 cara di bawah ini (3 cara pertama dari Psikoterapis sekaligus penulis buku The Pathway to Love, Julie Orlov dan 2 cara lainnya dari tim kabarnesia yang dikutip dari beragam sumber):
1. Terima keadaan diri
Saat diputuskan atau putus dari kekasih, sudah bisa dipastikan ada rasa kesedihan dan kepiluan yang mendalam, mungkin anda akan berada pada fase, anda tak bisa hidup tanpanya, resapilah keadaan saat itu, dan jalanilah hari-hari dengan mengurangi intensitas kesedihan anda, niscaya dalam beberapa hari anda akan bisa mempercayai jika anda pun bisa hidup tanpanya, bahkan anda bisa bergerak maju meski ia tak lagi ada disamping anda. Dalam hal ini, Julie Orlov menegaskan jika sedih dan pilu setelah putus adalah wajar, hanya saja anda harus lebih santai menanggapi situasi seperti itu, biar waktu yang memulihkan anda.
2. Refleksi diri dan evaluasi hubungan yang lalu
Jadikan momentum putus itu untuk mereview kembali seperti apa hubungan anda dengan si dia, bagaimana perilaku anda ke dia dan sebaliknya, seperti apa itu semua, memang menyakitkan, karena anda dipaksa untuk kembali mengingat kenangan anda dengannya, tapi ada sebuah nasihat yang menjelaskan jika cara terbaik untuk melupakan adalah dengan mengingatnya, karena sejatinya kita tak akan pernah bisa melupakan kenangan bersamanya, hanya kita harus bisa menjadikan itu pelajaran dan materi untuk refleksi diri, demi terciptanya hubungan dengan orang lain yang lebih baik dan berkualitas darinya
3. Atasi trauma
Trauma pasca putus merupakan hal yang wajar, anda akan tiba-tiba menjadi skeptis dengan mengenelarisir setiap orang adalah seperti mantan anda, hanya bisa menyakiti anda. Tapi untuk mengatasi hal ini, coba ingatlah kembali wajah orang yang dari kecil mencintai anda, orang tua anda, apa beliau sama dengan mantan anda? pernahkah kedua orang tua anda tak menyayangi anda? karena itu segera ambil kesimpulan, setiap orang itu tidak sama dan masih ada kesempatan mencari yang lebih baik darinya
4. Anggap sebagai momentum keberhasilan anda
lah kok, putus kok malah dinyatakan sebagai momentum keberhasilan? karena dengan putus dengannya hanya dalam masa-masa pacaran menegaskan jika Tuhan masih sayang dengan anda. Bayangkan ketika sifat aslinya itu muncul ketika anda telah terikat dengannya dan telah menyerahkan diri anda sepenuhnya kepada orang itu? tentu saat itu rasa sakit akan semakin pahit, jadi apa istilahnya jika itu bukanlah sebuah keberhasilan?
5. Segera buka hati anda
Ketika anda menutup hati anda rapat-rapat, maka bukan tak mungkin anda melewatkan orang lain yang paling sesuai dengan anda. Tapi membuka hati disini bukan berarti serta-merta siap menjalin hubungan cinta yang baru, berhati-hati tetap perlu, kalau memungkinkan, lakukan lah secara sistematis dengan metode pendekatan yang jujur dan tidak saling jaim (jaga image), dengan ini anda dengan calon pengisi hati anda yang baru bisa menilai apakah kalian saling cocok atau hanya cocok sebagai teman/sahabat?