Pantun Berkait 1
Kalau tuan pergi ke Tanjung
Kirim saya sehelai baju
Kalau tuan menjadi burung
Saya menjadi ranting kayu
Kalau tuan pergi ke Tanjung
Belikan saya pisau lipat
Kalau tuan menjadi burung
Saya menjadi benang pengikat
Kalau tuan pergi ke laut
Pesan saya ketam jantan
Kalau tuan menjadi pulut
Saya menjadi kepala santan
Kalau tuan pergi ke laut
Carilah saya ketam betina
Kalau tuan menjadi rambut
Saya menjadi bunga cina
Kalau tuan pergi ke laut
Carilah saya ketam bertelur
Kalau tuan menjadi rambut
Saya menjadi bunga melur
Kalau tuan pergi ke Kelang
Saya hantar sampai ke Linggi
Kalau tuan menjadi helang
Saya menjadi kayu tinggi
Kalau tuan pergi ke Langat
Saya mMenanti di batu sembilan
Kalau tuan menjadi mayat
Saya menjadi air sembilan
Jikalau tuan mencari buah
Saya pun mencari pandan
Jikalau tuan menjadi nyawa
Saya pun menjadi badan
Pantun Berkait 2
Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang Subuh
Minta doa pada Tuhan
Anak ayam turun sembilan
Mati seekor tinggal lapan
Minta doa kepada Tuhan
Moga-moga Allah makbulkan
Anak ayam turun lapan
Mati seekor tinggal tujuh
Moga-moga Allah makbulkan
Dapat nanti seorang jodoh
Anak ayam turun tujuh
Mati seekor tinggal enam
Dapat nanti seorang jodoh
Sebagaimana yang kamu idamkan
Anak ayam turun enam
Mati seekor tinggal lima
Sebagaimana yang kamu idamkan
Elok muafakat hidup bersama
(Anak Ayam Turun Sepuluh)
Pantun Berkait 3
Angin Barat bertiup nyaman
Burung gagak terbang ke rimba
Tanamkan kudrat pada keazaman
Bulan tidak jatuh ke riba
Bunga melur cempaka biru
Bunga rampai di dalam puana
Tujuh malam semalam rindu
Belum sampai padamu tuan
Bunga rampai di dalam puan
Ruku-ruku dari Peringgit
Belum sampai padamu tuan
Rindu saya bukan sedikit
Ruku-ruku dari Peringgit
Teras jati bertalam-talam
Rindu saya bukan sedikit
Nyaris mati semalam-malam
Teras jati bertalam-talam
Kapal berlabuh di lautan sisi
Nyaris mati semalam-malam
Bantal dipeluk saya tangisi
Kapal berlabuh di lautan sisi
Patah puteri naga-naganya
Bantal dipeluk saya tangisi
Hendak mati rasa-rasanya
Patah puteri naga-naganya
Sentakkan layar ke Inderagiri
Hendak mati rasa-rasanya
Air ditelan serasa duri
Sentakkan layar ke Inderagiri
Ikan todak dalam perahu
Air ditelan serasa duri
Tidur tak hendak makan tak mahu
(Air Diminum Serasa Duri)
Pantun Berkait 4
Orang berpadi di tanah liat
Di Mekah banyak buah pedada
Mayat tiada dapat dilihat
Seperti merekah rasanya dada
Di Mekah banyak buah pedada
Bunga tanjung di atas rakit
Seperti merekah rasanya dada
Terkenangkan untung dan nasib
Bunga tanjung di atas bukit
Serabi di muka pintu
Terkenangkan untung dengan nasib
Maka sampai sehingga situ
Serabi di muka pintu
Pergi ke parit hendak merayau
Maka sampai sehingga situ
Ratu Amas berbalik ke Riau
Pergi ke Parit hendak merayau
Situlah banyak ubi kemili
Ratu Amas berbalik ke Riau
Duduk mendiam-diamkan diri
(Raja Ali Haji)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar